PROMOSI PRODUK KOPI DAN KAKAO PACITAN

Geliat kopi dan kakao mulai terasa di Kabupaten Pacitan.  Provinsi Jawa Timur mengapresiasi dengan mengikutsertakan  Kabupaten Pacitan  yang mulai serius menata komoditas ini pada even promosi di tingkat provinsi.  Festival Kopi dan Kakao di Dampit Kabupaten Malang  serta Gebyar Kopi dan Kakao di Jatim Expo (Surabaya) pada tahun 2018 menjadi even keikutsertaan  Dinas Pertanian Kabupaten Pacitan dalam mengembangkan kopi dan kakao.  Penghargaan peringkat II COCOA TASK FORCE & FACILITATOR COMPETITION sempat diraih pada Coffee & Cocoa Festival DAMPIT – MALANG 2018. Tahun 2019 pada Blitar Cocoa Festival mengantarkan Kabupaten Pacitan menjadi juara 3 Kompetisi Layanan Satgas Dan Fasilitator Kakao

MERAJUT SENYUM PETANI MELALUI HULU HILIR KOMODITAS KAKAO

Potensi tanaman Kakao di Kabupaten Pacitan sangat besar,  dengan luas areal total 5.559 ha terdiri dari 1.785 ha tanaman menghasilkan, 2.958 ha tanaman belum menghasilkan serta 816 ha tanaman tua/rusak.Berbagai upaya dilakukan untuk menggenjot produktivitas dan mutu kakao. Kepemilikan lahan yang sangat sempit serta terpencar menyebabkan standar kultur teknis tidak dipertimbangkan. Upaya hulu dilakukan melalui pembentukan kelompok kakao, bimtek budidaya, pengendalian hama dan penyakit.

This image has an empty alt attribute; its file name is sss-2.jpg

Fasilitasi kebutuhan sarana prasarana hingga gerakan budidaya dan pasca panen bersama kelompok dilakukan. Pada sisi hilir fasilitasi alat pengolahan kakao, bimbingan teknis kewirausahaan hingga kerjasama dengan pihak lain intensif dilakukan. Kerjasama antara lain dengan GPEI (Gabungan Pengusaha Eksportir Indonesia) melalui program SCDP. MoU juga dilaksanakan dengan Universitas Jember dengan berbagai aktivitas.

WASPADAI DAGING TERCEMAR

Kewaspadaan terhadap munculnya penyakit zoonosis (ditularkan hewan) maupun food borne disease (disebabkan karena mengkonsumsi pangan tercemar), menuntut pemerintah untuk senantiasa melakukan pengawasan, sehingga peredaran bahan pangan asal hewan dapat terjamin kesehatannya. Selain itu masyarakat/konsumen juga harus memiliki pengetahuan yang cukup dalam membeli/mengkonsumsi bahan pangan asal hewan.
Sepekan menjelang Idul Fitri 1440 H/2019, Pemkab Pacitan melalui Dinas Pertanian meningkatkan pengawasan terhadap peredaran daging di sejumlah pasar tradisional di Pacitan. Dari pengawasan yang dilakukan disimpulkan bahwa daging yang beredar di kabupaten Pacitan sehat dan layak untuk dikonsumsi. Namun demikian petugas menyoroti penggunaan peralatan penanganan daging yang beresiko terhadap tercemarnya daging yang beredar.
Untuk memberikan edukasi kepada masyakat/konsumen, petugas Dinas Pertanian menyampaikan bahwa ada beberapa kriteria untuk memilih daging yang sehat dan aman untuk dikonsumsi antara lain yang pertama pastikan daging berasal dari jagal yang melakukan pemotongan di Rumah Potong Hewan (RPH), karena di RPH telah dilakukan pemeriksaan baik sebelum ataupun setelah di potong, dan penyembelihan pun dilakukan oleh juru sembelih halal yang telah bersertifikat MUI. Langkah kedua adalah dengan melakukan pemeriksaan organ oleptis/pemerikasaan sederhana yang meliputi bau, warna, tekstur, kandungan air, maupun kebersihan sarana penanganan daging.
Mengingat daging adalah salah satu dari produk pangan yang mudah rusak disebabkan daging kaya zat yang mengandung nitrogen, mineral, karbohidrat, dan kadar air yang tinggi serta pH yang dibutuhkan mikro organisme perusak dan pembusuk untuk pertumbuhannya.
Sedangkan dari sisi harga bahan pangan yang beredar di kabupaten Pacitan belum mengalami peningkatan yang signifikan. Sampai dengan Rabu, 29 Mei 2019 (H-7 lebaran) untuk harga daging sapi kualitas baik Rp. 120.000,- daging ayam ras Rp. 40.000,- dan telur ayam ras Rp. 21.000,-



PEMERIKSAAN HEWAN TERNAK MENJELANG HARI RAYA IDUL ADHA

Pemeriksaan hewan ternak menjelang kurban untuk menjamin ketersediaan daging kurban yang ASUH (Aman, Sehat , Utuh dan Halal). Tim pemantau kurban dibawah koordinator Ir. Agus Sumarno, MM. melakukan pemeriksaan hewan ternak di Pasar Hewan desa Semanten. Pada pemeriksaan itu sekitar 250 ekor sapi dan 100 ekor kambing diperiksa kesehatannya.
Selain di Pasar Hewan desa Semanten, tim pemantau hewan kurban juga melakukan pemeriksaan dan penampungan sebelum dipotong sampai pelaksanaan penyembelihan. Tim pemantau hewan kurban yang berjumlah 72 orang terdiri dari dokter hewan dan paramedis bekerja mulai 2 minggu sebelum Hari Raya Idul Adha berlangsung sampai pelaksanaan Hari Raya Idul Adha selesai.