ALAT MESIN PASCA PANEN BAGI POKTAN DI KABUPATEN PACITAN

Melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tugas Pembantuan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Timur dan Ditjen Tanaman Pangan, Pemerintah Kabupaten Pacitan dalam hal ini Dinas Pertanian telah mendapat alokasi alat mesin pertanian (alsintan) berupa alat pasca panen, yang diterima secara bertahap mulai bulan Maret sampai dengan bulan Juli 2021

Alat pasca panen yang diberikan dari APBN berupa Power Thresher Multiguna (PTM) 1 unit, corn sheller 4 unit dan juga combine harvester besar 1 unit. Sedang dari APBN TP berupa power thresher multiguna 2 unit, power thresher 8 unit serta 4 unit corn sheller 4 unit. Selanjutnya Pemerintah berharap dengan bantuan tersebut akan membantu mempercepat proses panen, menekan kehilangan hasil (losses) dan mengatasi kekurangan tenaga kerja yang belakangan ini menjadi kendala di beberapa daerah bagi usaha pertanian.

Dalam acara penyerahan alsin, Ir. Bambang Supriyoko, MP selaku Kepala Dinas Pertanian berpesan pada para kelompok tani untuk senantiasa memanfaatkan alat secara optimal yang telah diberikan dan memeliharanya agar tidak mudah rusak, syukur jika dalam kelompok juga telah terbentuk suatu Unit Pengelola Jasa Alsintan (UPJA). Tidak semua kelompok tani memperoleh alat ini dan tentunya para penerima sudah mengajukan usulan melalui e-proposal dan verifikasi kelayakan pada beberapa tahun sebelumnya.

PACITAN DUKUNG PROGRAM KEMENTAN 1.000 KAMPUNG HORTIKULTURA MELALUI GERAKAN TANAM CABAI

Program gerakan mendorong produksi hortikultura berdayasaing dan ramah lingkungan  (GEDOR HORTI) terus dilakukan, di antaranya melalui pengembangan Food Estate dan 1.000 Kampung Hortikultura. 

Hal ini sesuai dengan tekad Menteri Pertanian bahwa pada 2021 subsektor hortikultura harus lebih baik dari tahun sebelumnya, khususnya cabai dan bawang merah.

Salah satu program yang sedang dikembangkan adalah 1000 Kampung Hortikultura. Program ini merupakan salah satu upaya Kementerian Pertanian (Kementan) mengkonsolidasi lahan-lahan dalam satu kawasan kesatuan administratif, yaitu kampong atau desa. 

Mentan berharap program 1000 Kampung Hortikultura ini dapat terkelola dengan baik sehingga memiliki skala ekonomi yang besar. Saa tini di Kabupaten Pacitan tepatnya di Gapoktan Sumber Urip Desa Gembong Kecamatan Arjosari telah teralokasikan kegiatan Gerakan tanam Komoditas Hortikultura (Cabai) mendukung Program Pengembangan 1.000 kampung Hortikultura. Gapoktan tersebut dipilih sebagai lokasi Gerakan Tanam karena kemauan anggota yang tinggi untuk tanam cabai dan juga lokasi 10 ha dalam satu hamparan. 

Fasilitas yang diberikan sebagai stimulant meliputi benih, mulsa, pupuk serta alsin berupa pompa air dan sprayer sesuai dengan Rencana Usulan Kegiatan (RUK) yang disusun oleh Gapoktan. Dana diberikan dalam bentuk transfer uang senilai total  Rp. 157.400.000,- ( Seratus lima puluh tujuh juta empat ratus ribu rupiah)

Persiapan kegiatan saat ini telah dimulai mulai dari pengolahan lahan, pembuatan pesemaian serta pengadaan sarana prasarana seperti bibit, pupuk, kapur dolomite dan mulsa plastik. Persemaian dimulai  pada pertengahan Juli dengan rencana tanam minggu kedua bulan Agustus 2021.

Kedepan produk yang dihasilkan akan diregistrasi dan disertifikasi untuk memudahkan dalam monitoring serta pengontrolan kualitas. Pengawalan dan pendampingan secara intensif juga akan dilakukan dari hulu hingga hilir. Diharapkan pengembangan hortikultura melalui pendekatan kampong ini dapat lebih memudahkan masuknya dukungan fasilitasi lainnya seperti akses permodalan melalui pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR), mekanisasi, pengairan, kelembagaan, pemasaran sehingga kedepan dapat mendukung pembentukan Korporasi Petani.

Tujuan terbentuknya kampong hortikultura bukan hanya kawasan hortikultura berskala besar namun berujung pada kesejahteraan petani.  Pembinaan dilakukan mulai dari bimbingan GAP (Good Agriculture Practices) selama budidaya hingga GHP (Good Handling Practices). Benih yang dibeli juga benih bermutu. Selama pembudidayaan akan dikawal aspek perlindungannya. Jadi ini betul-betul proyek yang harus kita sukseskan untuk memajukan hortikultura berskala besar di Kabupaten Pacitan jelas Kepala Dinas Pertanian, Ir, Bambang Supriyoko MP.

UBINAN PADA TANAMAN PADI DAN JAGUNG

Produktivitas (hasil per hektar) komoditas tanaman pangan (padi dan palawija) merupakan salah satu indikator kinerja urusan Pertanian. Perhitungan produktivitas dilakukan dengan cara ubinan. Ubinan adalah metode untuk memperoleh informasi mengenai produktivitas (hasil per hektar) komoditas tanaman pangan (padi dan palawija). Ubinan dilakukan oleh PPL (Penyuluh Pertanian Lapang) yang sebelumnya dilatih BPS (Badan Pusat Statistik) sehingga sah untuk melakukan ubinan.

Penyuluh Pertanian Lapangan  (PPL) melaksanakan ubinan di wilayahnya untuk mengetahui produktivitas dan evaluasi penerapan suatu teknologi yang digunakan secara spesifik lokasi, di samping itu juga digunakan untuk mengetahui kesesuaian suatu varietas di suatu lokasi.  Ubinan dilakukan secara rutin di lahan petani sesuai dengan waktu panen, seperti di Desa Banjarjo Kebonagung, pada tanggal 7 Juli dilakukan ubinan padi sawah oleh KaUPT Wilayah III,  Ir. Agus Riyadi dengan Varietas Inpari 42  hasil ubinan 3,46 kg, produktivitas 44,79 ku/ha kadar air 26,9.

Ubinan padi sawah di Desa Banjarjo Kecamatan Kebonagung 7 juli 2021

Panen bareng dan pelaksanaan ubinan  juga dilakukan oleh perwakilan Dinas Pertanian, Camat Pacitan,  Kepala Desa mentoro dan BPP Pacitan di Gapoktan Sedya Tani Desa Mentoro.

Panen bareng dan pelaksanaan ubinan  juga dilakukan oleh perwakilan Dinas Pertanian, Camat Pacitan,  Kepala Desa mentoro dan BPP Pacitan di Gapoktan Sedya Tani Desa Mentoro.

Varietas padi Inpari 32 dengan provitas 56,8 kw/ha. Pelaksanaan panen dan  ubinan padi varietas padi Inpari 42 di Poktan Sedyo Rukun II Desa Nanggungan, hasil ubinan 6,41 kg dengan provitas 82,97 ku/ha

Pelaksanaan panen dan  ubinan padi varietas padi Inpari 42 di Poktan Sedyo Rukun II Desa Nanggungan, hasil ubinan 6,41 kg dengan provitas 82,97 ku/ha

Panen dan ubinan padi varietas sterling di Kelompok Tani Guyup Rukun 04 Desa Tremas Kecamatan Arjosari bersama PPL Desa. Tremas Suminten, SP

Kegiatan Ubinan padi “Intani 602’ di Kelompok Tani Rukun Makmur Desa Gayuhan Kecamatan Arjosari dan tukar pikiran bersama antara Penyuluh Pertanian Kec. Arjosari, petani dan produsen benih

Ubinan Jagung varietas NK 212 di  Desa Tahunan Baru Kec Tegalombo dengan asil ubinan 9,48 kg dan Provitas 86,05 ku/ha

Ubinan  jagung juga dilaksanakan di kelompok tani Wira Wari I Desa Pagerlor Kecamatan Sudimoro

Ubinan tanaman jagung betras 01 di poktan Sumber Rejeki V Ngadirejan  Pringkuku, dengan hasil ubinan 8,488 kg. Benih jagung merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian dengan sumber anggaran APBN.

BANTUAN PUPUK ORGANIK UNTUK MENDONGKRAK PRODUKTIVITAS UBI KAYU

Perkembangan luas tanam dan panen ubi kayu selama 5 lima tahun terakhir di Kabupaten Pacitan mengalami penurunan yang sangat signifikan.  Hal ini bisa dimaklumi karena animo petani untuk berbudidaya menurun akibat beberapa kendala diantaranya harga jual ditingkat petani yang cenderung rendah, beralihnya kekomoditas lain yang lebih menguntungkan.

Untuk meningkatkan animo petani dalam berusaha tani ubi kayu, Kementerian Pertanian melalui Ditjen Tanaman Pangan memberikan stimulant untuk pertanaman ubi kayu musim tanam 2020-2021 yang diberikan pada bulan Juni 2021. Bantuan pupuk organic sebanyak 100 ton diberikan kepada 26 kelompok tani di Kecamatan Punung, Pringkuku, Arjosari, Tegalombo dan Sudimoro dengan total luas tanam 100 ha.

Harapan pemerintah dengan adanya pupuk organik kelompok tani mempunyai gairah kembali untuk mengusahakan tanaman ubi kayu secara lebih intensif sehingga akan meningkatkan hasil per satuan luas.  Jika produksi lebih tinggi walaupun harga kurang mendukung, maka secara financial pendapatan petani menjadi tinggi pula. Saat ini rata rata produksi ubi kayu di kabupaten pacitan hanya mencapai 219 kw/ha padahal jika dipelihara secara optimal mampu berproduksi hingga 400 kw/ha.

SAPI PERAH UNTUK GAPOKTAN RUKUN MAKMUR DESA TAHUNAN BARU DARI DINAS PETERNAKAN PROVINSI JAWA TIMUR

Gapoktan Rukun Makmur Desa Tahunan Baru mendapat dukungan dalam mengembangkan budidaya sapi perah. Dengan sumber anggaran APBD Provinsi,  Dinas Peternakan Provinsi Jatim memberikan bantuan sapi perah kepada gapoktan yang berada di Kecamatan Tegakombo ini,   Penyerahan secara simbolis bantuan 10 ekor sapi perah diserahterimakan kepada Bupati Pacitanpada tanggal 1 Juli 2021 di Kecamatan Tegalombo untuk disampaikan kepada Gapoktan Rukun Makmur.

Perkembangan populasi sapi perah di Kec Tegalombo cukup signifikan, berawal tahun 2015 berjumlah 16 ekor dan pada bulan Juli 2021 berjumlah 712 ekor dengan jumlah peternak 203 orang. Produksi susu sapi juga terus meningkat seiring dengan bertambahnya populasi sapi perah, dari 58.195 liter pada tahun 2015 menjadi  507.975,31 liter pada pertengahan tahun 2021, atau meningkat sebesar  872,88%.