PACITAN DUKUNG PROGRAM KEMENTAN 1.000 KAMPUNG HORTIKULTURA MELALUI GERAKAN TANAM CABAI

Program gerakan mendorong produksi hortikultura berdayasaing dan ramah lingkungan  (GEDOR HORTI) terus dilakukan, di antaranya melalui pengembangan Food Estate dan 1.000 Kampung Hortikultura. 

Hal ini sesuai dengan tekad Menteri Pertanian bahwa pada 2021 subsektor hortikultura harus lebih baik dari tahun sebelumnya, khususnya cabai dan bawang merah.

Salah satu program yang sedang dikembangkan adalah 1000 Kampung Hortikultura. Program ini merupakan salah satu upaya Kementerian Pertanian (Kementan) mengkonsolidasi lahan-lahan dalam satu kawasan kesatuan administratif, yaitu kampong atau desa. 

Mentan berharap program 1000 Kampung Hortikultura ini dapat terkelola dengan baik sehingga memiliki skala ekonomi yang besar. Saa tini di Kabupaten Pacitan tepatnya di Gapoktan Sumber Urip Desa Gembong Kecamatan Arjosari telah teralokasikan kegiatan Gerakan tanam Komoditas Hortikultura (Cabai) mendukung Program Pengembangan 1.000 kampung Hortikultura. Gapoktan tersebut dipilih sebagai lokasi Gerakan Tanam karena kemauan anggota yang tinggi untuk tanam cabai dan juga lokasi 10 ha dalam satu hamparan. 

Fasilitas yang diberikan sebagai stimulant meliputi benih, mulsa, pupuk serta alsin berupa pompa air dan sprayer sesuai dengan Rencana Usulan Kegiatan (RUK) yang disusun oleh Gapoktan. Dana diberikan dalam bentuk transfer uang senilai total  Rp. 157.400.000,- ( Seratus lima puluh tujuh juta empat ratus ribu rupiah)

Persiapan kegiatan saat ini telah dimulai mulai dari pengolahan lahan, pembuatan pesemaian serta pengadaan sarana prasarana seperti bibit, pupuk, kapur dolomite dan mulsa plastik. Persemaian dimulai  pada pertengahan Juli dengan rencana tanam minggu kedua bulan Agustus 2021.

Kedepan produk yang dihasilkan akan diregistrasi dan disertifikasi untuk memudahkan dalam monitoring serta pengontrolan kualitas. Pengawalan dan pendampingan secara intensif juga akan dilakukan dari hulu hingga hilir. Diharapkan pengembangan hortikultura melalui pendekatan kampong ini dapat lebih memudahkan masuknya dukungan fasilitasi lainnya seperti akses permodalan melalui pemanfaatan Kredit Usaha Rakyat (KUR), mekanisasi, pengairan, kelembagaan, pemasaran sehingga kedepan dapat mendukung pembentukan Korporasi Petani.

Tujuan terbentuknya kampong hortikultura bukan hanya kawasan hortikultura berskala besar namun berujung pada kesejahteraan petani.  Pembinaan dilakukan mulai dari bimbingan GAP (Good Agriculture Practices) selama budidaya hingga GHP (Good Handling Practices). Benih yang dibeli juga benih bermutu. Selama pembudidayaan akan dikawal aspek perlindungannya. Jadi ini betul-betul proyek yang harus kita sukseskan untuk memajukan hortikultura berskala besar di Kabupaten Pacitan jelas Kepala Dinas Pertanian, Ir, Bambang Supriyoko MP.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *