Begadang Demi Jamin Kualitas Sperma Sapi

DinasKPPPacitan: Kunci keberhasilan dalam proses pelaksanaan Inseminasi Buatan (IB) pada ternak sapi adalah kualitas semen (sperma). Kualitas Semen dapat dijamin dari cara penyimpanan dan pengawetan.

Dalam upaya menjaga kualitas semen petugas IB di Kabupaten Pacitan, sabtu (15/1) pukul 01.00 WIB dini hari mengadakan pembagian atau lebih sering disebut tuang Nitrogen Cair (N2 Cair) di Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. Acara diawasi langsung oleh drh. Kus Handoko, pengawas bibit ternak dan didampingi Muhtar Budi Hartono.

Nitrogen cair merupakan nitrogen dalam keadaan cair suhu pada suhu yang rendah, suhu N2 cair mencakup -196°C, dan diproduksi dengan distilasi fraksional dari udara cair, bentuk fisik nitrogen cair adalah bening tidak berwarna dan tidak berbau serta digunakan sebagai media pengawet sel reproduksi (sperma dan sel telur) dan juga bisa untuk pengawetan sampel.

Nitrogen Cair sangat dibutuhkan para Inseminator dalam pengawetan semen. Pengawetan atau preservasi semen adalah upaya memperpanjang daya hidup dan fertilisasi spermatozoa sehingga masa pakai semen tersebut dapat lebih lama.

“Guna dukung harapan Bapak Bupati, acara tuang N2 cair adalah agenda rutin 2 minggu sekali, bertujuan menjamin kualitas mutu semen pada inseminator khususnya di wilayah Kabupaten Pacitan, adanya bibit yang baik diharapkan mampu meningkatkan keberhasilan IB sehingga angka populasi ternak sapi mampu meningkat khususnya di Kabupaten Pacitan, dengan meningkatnya populasi diharapkan dapat mendongkrak perekonomian para peternak”, ucap drh. Kus Handoko, usai acara tuang Nitrogen cair.

Pisah Sambut Dan Sertijab Kepala Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian

Bertempat di pelataran Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pacitan, secara resmi telah dilaksanakan serah terima jabatan (Sertijab) oleh Bambang Supriyoko selaku Kepala Dinas Pertanian periode 2019-2021 kepada Pamuji sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian yang baru pada hari Senin (2/1).

Sertijab ini merupakan kelanjutan dari kegiatan pelantikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Pacitan yang telah dilaksanakan pada hari Jumat (24/12). Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati terkait Struktur Organisasi (SO) terbaru, Dinas Pertanian bergabung dengan Dinas Pangan dan berubah nama menjadi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.

Dalam sambutannya, Bambang Supriyoko berterima kasih kepada seluruh staf Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian atas dukungan dan kerjasamanya selama 2 tahun 3 bulan. Bambang supriyoko juga berharap Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian akan lebih baik lagi dibawah kepemimpinan Pamuji.

Pada kesempatan yang sama, Pamuji selaku Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian yang baru juga turut menyampaikan untuk dapat melanjutkan perjuangan Bambang Supriyoko.

Acara pisah sambut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dirangkaikan dengan pisah sambut staf di lingkup Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian serta pelepasan purna tugas staf Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.

Di bawah kepemimpinan Pamuji semoga Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian dapat lebih baik lagi dalam memajukan pertanian di Kabupaten Pacitan serta dapat meningkatkan kinerja aparatur di lingkup Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.

Petani Milenial Program YESS di Penghujung Tahun 2021

Mengakhiri masa kerjanya sebagai Kepala Dinas Pertanian, Ir. Bambang Supriyoko, MP  berkenan mengunjungi petani milenial inspiratif  di Desa Temon Kecamatan Arjosari  pada penghujung tahun 2021, Jum’at  31 Desember. Gusti Ayu Ngurah Megawati yang  biasa disapa Mega merupakan salah satu penerima manfaat kegiatan YESS (Youth Entrepreneurship and Employment Support Services) yang dilaksanakan di Kabupaten Pacitan. Kisah suksesnya dalam merintis usaha gula aren  sempat diliput dan disiarkan di media TVRI.  Gula aren Temon dengan berbagai varian produk turunanya, seperti gula cair, gula semut, mini cube dan gula keping dihasilkan dari tangan dinginnya. Beberapa produk kreasinya sempat memasuki pasar ekspor.

Pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Pertanian yang akan mengakhiri masa jabatannya tahun 2021 ini memberikan motivasi dan dorongan agar Mega terus meningkatkan usahanya, memperluas pasar dan turut serta menjadikan desa Temon menjadi sentra gula aren.  Upayanya untuk menggandeng petani gula aren sangat diapresiasi dan diharapkan pemerintah desa dapat mendukung usaha gula aren di wilayahnya agar berkembang dan berkelanjutan.

Pada kesempatan itu pula Mega menyampaikan bahwa Program YESS sangat membantu dalam mengembangkan dan memperbesar usahanya. Ibu satu anak ini berharap Pemerintah Kabupaten Pacitan dapat memfasilitasi akses ke Badan Standardisasi  Nasional (BSN) sehingga produk gula arennya dapat terstandar. Gula aren Pacitan disebutnya memiliki keunggulan dan kualitas yang tidak tersaingi, namun pada sisi harga masih belum kompetitif di pasaran.  Mega terus berupaya mencari terobosan dan link dalam memperluas pemasaran gula aren Temon.

Tandatangani Perjanjian Kerjasama Pawonsari antara Tiga Bupati

BKAD PAWONSARI telah berdiri sejak tahun 2002, tepatnya pada tanggal (4/11). Pada saat itu dalam pelaksanaanya telah dirasakan manfaatnya baik langsung maupun tidak langsung oleh masyarakat ketiga wilayah, bahkan oleh masyarakat lain diluar Kabupaten Pacitan, Wonogiri dan Gunungkidul. Kerja Sama Kerja Sama Antar Daerah Kabupaten Pacitan, Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Gunungkidul yang disebut PAWONSARI bertujuan untuk memelihara persatuan dan kesatuan serta mengembangkan berbagai potensi daerah dalam rangka meningkatkan pelayanan dan kesejahteraan masyarakat.

Rapat Koordinasi Teknis PAWONSARI 3 (tiga) kabupaten di Kabupaten Pacitan guna membahas Draf Perjanjian Kerjasama Bidang Pertanian, Bidang Koperasi UMKM dan Perindustrian Perdagangan serta Bidang Pariwisata guna mendukung Geopark Gunung Sewu pada tanggal 11 Maret 2020. Pengkajian kembali Peraturan Daerah (Perda) tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) di kawasan Pawonsari (Pacitan, Wonogiri, dan Wonosari) karena memiliki potensi ekonomi tinggi ke depan. Dilaksanakan mulai bulan April 2021 karena sering terjadi tata ruang menjadi salah satu kendala krusial dalam investasi di kawasan Pawonsari dan sebagai kunci kelancaran pengembangan kawasan. Ketiga kabupaten pada kenyataannya mengajukan revisi Perda RTRW guna stabilisasi investasi sehingga perlu di padukan nuansa penataan kawasannya.

Penandatanganan MOU antara 3 (tiga) Bupati dan 3 Kepala Kanwil BPN Provinsi (Jawa Timur, Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yokyakarta) di wilayah Pawonsari tentang Sinergi Kebijakan Kebijakan Pembangunan dan Pengembangan Potensi di Jawa Bagian Selatan (Kabupaten Pacitan, Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Gunungkidul ) pada tanggal 30 Maret 2021 disaksikan oleh Wakil Menteri ATR/BPN di Gunungkidul.

Pasar Hewan Tiap Ponan

Pasar merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi. Pasar hewan merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli hewan ternak di mana hewan ternak baik sapi maupun ternak kecil kambing tersedia.

Berdasarkan pantauan, di Pasar Hewan Pacitan ini digelar hari pasaran dalam kalender Jawa, Pon. Pedagang hewan ternak yang datang dari berbagai wilayah kecamatan di kabupaten Pacitan, antara lain Kecamatan Kebonagung, Pacitan, Tulakan, Arjosari, Pringkuku dan Punung. Adapun pedagang dari luar kabupaten adalah Ponorogo.

Adanya pasar hewan menjamin keamanan konsumen terhadap jual beli ternak dan juga bisa memilah dan memilih ternak yang akan dibeli karena jumlah ternak yang tersedia banyak dan beragam. Pasar hewan juga menyediakan timbangan untuk menimbang bobot badan ternak terutama sapi untuk mengetahui bobot badan ternak yang akan dilakukan jual beli.

Slamet selaku petugas pemeriksa kesehatan hewan di Pasar Hewan Pacitan mengatakan bahwa hari ini (23/12) Pasar Hewan cukup ramai. Parkiran juga ramai dengan kendaraan yang masuk dan keluar pasar. Harapannya dengan adanya pasar hewan, peternak akan lebih mudah untuk melakukan transaksi jual beli ternak sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat peternak.